Kompleks Candi Hindu Dieng, Seni Budaya Adiluhung Abad 7 di Negeri Banjarnegara

Kompleks Candi Hindu Dieng
Wikipedia Candi Semar

Kompleks Candi Hindu Dieng terdiri dari beberapa bangunan yang berasal dari Kerajaan Kalingga pada abad ke 7.

Jika dilihat secra seksama, candi-candi yang berada dalam kompleks ini memiliki karya seni budaya adiluhung pada era zamannya.

Candi Hindu yang berada pada area ini merupakan salah satu bangunan keagaman yang tertua dan masih bertahan hingga kini di tanah Jawa.

Berasarkan beberapa bukti yang ditinggalkan, konon kawasan ini merupakan tempat berdirinya beberapa candi dengan corak Agama Hindu Siwa.

Awalnya, kompleks candi ini ditemukan oleh seorang tentara Britania saat ia berkunjung dan melihat beberapa runtuhan candi di sebuah danau.

Ditahun 1856, upaya penyelamatan candi dimulai oleh Isidore van Kinsbergen dengan mengeringkan area sekitar danau untuk menemukan bangunan candi secara utuh.

Proyek rekonstruksi tersebut kemudian di teruskan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1864 dan dilakukan study lebih lanjut oleh Van Kinsbergen.

Saat ini, candi-candi di kompleks candi Hindu Dieng memiliki penamaan yang di ambil dari tokoh Punakawan.

Secara umum ciri-ciri bangunan candi yang ada di kompleks ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama yaitu berdenah bujur sangkar, mempunyai tiga bagian candi, yaitu kaki-tubuh-atap pada candi Semar

Kurang lebih ada sekitar delapan bangunan candi yang dapat ditemukan dari total 400 candi yang seharusnya ada.

Berikut daftar candi yang masih berdiri dengan kokoh di kawasan wisata Dieng Wonosobo.

1. Candi Arjuna

Letaknya berada paling utara di kompleks percandian Arjuna. Candi ini menghadap kearah utara dengan dengan Candi Semar sebagai candi perwaranya.

Ciri-ciri candi Arjuna adalah memiliki anak tangga dengan berhias kepala naga pada railing tangga dengan hiasan kalamakara di atas pintu menuju bilik candi.

Pintu ini menjorok kedepan dengan beratap lancip menyerupai rumah limas dan beberapa sisi candi memiliki sebuah selah atau bilik penampil yang berfingsi sebagai tempat menyimpan arca.

Dalam bilik candi terdapat lingga yoni dengan fungsi masing-masing. Linggaa berfungi untuk mengalirkan air yang jatuh dari atap candi dan yoni yang berfungsi sebagai altar persembahan.

Bagian atap Candi Arjuna membentuk seperti piramid bertingkat tiga dengan puncak yang hampir melengkung atau tidak begitu lancip dan saat ini sudah mulai rusak.

2. Candi Semar

Candi Semar memiliki bentuk bangunan yang mirip dengan candi Candi Parasurameswara yang ada di India. Candi ini merupakan candi perwarana Candi Arjuna.

Bentuk candi ini mendapa sehingga disimpulkan jika candi ini difungsikan sebagai ruang pertemuan pada zaman dulu.

Ciri khas yang terdapat pada Candi Semar ini adalah memiliki ruang utama, terdapat lubang genta atau ventilasi yang berfungsi sebagai penerangan, yang dilengkapi ornamen berupa kala makara berbentuk persegi Panjang.

3. Candi Srikandi

Candi Srikandi memiliki relief Hindu Tri Murti dengan Dewa Wisnu di sisi utara, Dewa Syiwa di bagian timur, dan Dewa Brahma di sisi selatan candi.

Candi ini berbentuk kubus dan memiliki Batu Batur di dalam candi dengan tinggi satu detengah meter dan memiliki sebuar ruang kosong.

4. Candi Puntadewa

Candi Puntadewa merupakan candi tertinggi di kompleks Candi Arjuna sekitar 2,5 meter tingginya. Selain itu candi ini terbuat dari batuan langka yaitu batu adesit sehingga bangunannya mampu bertahan hingga saat ini.

Keunikan candi ini adalah memiliki batu tanpa relief dan tangga yang dilengkapi dengan pipi tangga serta memiliki candi perwara yang berbentuk dari susunan 2 buah batu bulat saja dengan dengan puncak batu berujung lancip.

5. Candi Sembadra

Candi Sembadra memiliki bangunan bertingkat dan atapnya yang berbentuk kubus dengan ukuran yang hampir sama dengan ukuran badan candi.

Candi Sembadra memiliki ukuran 4,75 x 5,50 meter dengan Batur candi setinggi sekitar 50 cm. Menurut warga setempat Candi Sembadra memiliki aura mistis yang kuat karena difungsikan sebagai salah satu tempat utama pemujaan Dewa Utama Siwa.

6. Candi Dwarawati

Candi Dwarawati terletak di lereng Gunung Prahu dengan denah bangunan berbentuk persegi panjang.

Luas Candi Dwarawati ini memiliki ukuran bangunan dengan panjang 5 m, lebar 4 m, dan tinggi (Saat ini) 6 meter.

Ciri khas Candi Dwarawati ini memiliki bentuk atap melengkung dengan bingkai atap yang dihiasi antefiks yang didalamnya memiliki hiasan berupa kepala orang.

7. Candi Bima

Candi Bima merupakan candi yang terkenal akan keunikan arsitekturnya dan merupakan candi terbesar di area kompleks candi Dieng.

Candi Bima tidak memiliki relief selain itu beberapa relung candi berbentuk menyerupai tapal kuda dengan dihiasi beberapa motif hiasan pada menara yang berasal dari India Selatan.

8. Candi Gatotkaca

Candi Gatotkaca dibangun pada masa pemerintahan Ratu Shima. Candi ini ditopang oleh batu batur setinggi 1 meter dan di dalam candi terdapat yoni untuk menaruh penerangan di area sudut ruangan.

Pada pintu candi terdapat hiasan kalamakara tanpa rahang di sisi atasnya, untuk atap candi sendiri memiliki bentuk bertingkat dan meruncing yang disebut amalaka atau ratna.

Harga Tiket masuk dan Alamat Wisata Kompleks Candi Hindu Dieng

Untuk dapat melihat peninggalan bersejarah ini, Anda dapat datang lngsung ke lokasi yang berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Untuk harga tiket masuk sendiri cukup murah. Anda hanya akan dikenakan biaya tiket masuk sekitar Rp 10.000 untuk dapat melihat situs bersejarah tersebut.

Wisata kompleks candi Hindu ini masih merupakan bagian dari wisata Dieng Wonosobo dan lokasinya tidak jauh dari Bukit Sikunir Dieng